Senin, 06 April 2015

Me, My Self And Syifa


Kata bapakku, aku adalah manusia setengah jadi, orang bukan-bukan, dan anak tanggung-tanggung. Begitulah, sampai aku menikah, predikat itu masih tersemat untukku, sampai usiaku hampir 31, dan aku belum cukup genap sebagai manusia. Tak mengapa, memang begitulah adanya. Seniman bukan, ilmuwan bukan, sastrawan bukan, semuanya serba tanggung.

Terlahir dengan banyak kesenangan, tidak membuatku menjadi orang yang cukup mengerti akan apa yang paling kusenangi. Beruntung kalian yang tak punya banyak bakat sejak lahir, ketimbang harus memikirkan potensi diri di umur yang tak bisa disebut muda lagi.

Meskipun demikian, aku bersyukur dengan hidupku, aku menjalani hari dengan cukup bahagia, bersama suamiku yang sangat baik hati sejak awal menikah hingga hampir 3 tahun usia pernikahan kami. Aku bangun pagi, biasanya pukul 04.00, lalu membuka laptopku, lalu membuka-buka akun facebook, lalu sholat sebentar, lalu kembali ke laptopku, lalu pergi membeli sarapan untuk suamiku, dan aku harus mandi sebelum jam 07.00 pagi, begitu perjanjian yang kubuat dengan suamiku, sehingga ketika dia berangkat ke kantornya, dia akan mencium keningku yang sudah wangi. Setelah dia berangkat, aku baru akan memulai hariku, membereskan rumah, menyapu, mencuci piring kotor, mencuci baju, menjemur pakaian, dan berbelanja juga memasak. Biasanya aku menyelesaikan semuanya antara jam 10.00-11.00, setelah itu aku bebas melakukan apa saja yang aku mau.

Kadang aku menghabiskan siangku dengan membaca buku, kadang aku menulis, dan kadang aku mengerjakan hobiku yang lain. Di hari Selasa aku harus menyelesaikan pekerjaan sebelum jal 09.00, karena aku mengikuti kegiatan pengajian rutin pada hari itu. Sedang hari lain, aku menyibukkan diri dengan pergi ke perpus, menghabiskan setengah hari di sana, atau kadang mampir ke toko buku. Hanya buku yang aku beli dengan senang hati. Baju, jilbab, sandal, dan kebutuhan lain, aku membelinya bila sudah benar-benar butuh, aku bersyukur tak terlalu terobsesi dengan hal-hal demikian. Oh iya, ada satu lagi yang kubeli dengan senang hati, yaitu makanan. Aku membeli makanan yang kusukai, hingga berat badanku naik drastis 20kg sejak aku menikah, lebih tepatnya dua tahun lalu, sejak aku mengalami keguguran.

Ada dua hal yang menjadi prioritas dalam keinginanku, punya anak dan menerbitkan buku, bukuku sendiri. Untuk hal pertama itu adalah given, sekeras apa aku meminta, hingga merengek atau meronta, itu tetap diluar kuasaku, meski sebetulnya aku sendiri belum terlalu keras dalam berusaha. Sedang hal yang ke-2, seperti kata bapakku, aku memang manusia setengah jadi, banyak yang sudah kutulis, namun semuanya hanya setengah..., ya setengah jadi, dan aku mulai sibuk dengan hal lainnya.

Belakangan sebetulnya aku mulai risih dengan predikat setengah jadi itu, maka pelan-pelan aku mulai memperbaiki diri, salah satu cara yang kutempuh adalah dengan membuat blog ini. Ini bukan blog pertamaku, banyak blog lain yang sudah kubuat, dan sudah lama kutinggalkan. Mungkin ini adalah blog pertama yang tidak akan kutinggalkan? Siapa yang tahu, yang jelas aku sudah bosan dengan predikat itu, dan ingin menjadi pribadi yang lebih baik sebelum semuanya menjadi terlambat.

Semoga!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar