Merasakan indahnya bermalam di rumah sakit dengan diagnosa hepatomegali, diagnosa yang sebetulnya adalah sebuah gejala penyakit. Apapun itu, satu hal yang membuat saya merasa sedang ditampar Allah. Introspeksi, ini penyakit hati, secara fisik penyakit ini menimpa liver, menurut pelajaran pengobatan tradisional yang saya pelajari, penyakit liver ini memang hanya diderita oleh orang-orang yang secara emosional tidak stabil. Kadang marah berlebihan, sedih berlebihan, bahkan bisa juga gembira berlebihan.
Bertanya pada dokter yang irit sekali bicara, hanya disampaikan hepatomegali. Malas menggali lebih dalam, akhirnya bertanya pada mbah Google, penyebab hepatomegali. Menemukan banyak fakta menarik, sebab nyatanya hasil tes HBSAG saya negatif, tidak ada batu di saluran empedu, tidak juga penyakit jantung koroner, dan tidak juga mengarah pada kanker hati. Sementara sepengetahuan saya, hepatomegali itu tidak berdiri sendiri sebagai sebuah penyakit. Lalu apa yang terjadi dengan hati ini? Mengapa hati ini seolah sedang protes, membesar, jangan-jangan karena selama ini hati merasa sempit, sehingga ia kini bengkak.
Hanya bisa menghela nafas panjang, Ramadhan tahun ini mungkin Allah ingin saya merenung, membersihkan hati dari sifat-sifat yang dibenci Allah. Mengingat terkadang hati ini menyimpan dendam, sering merasa jengkel karena merasa terdzolimi, sering merasa lelah karena selalu menuntut sikap orang lain pada diri, sering tergesa-gesa ingin segera mendapatkan hasil terbaik ketika melakukan segala sesuatu. Masih banyak lagi sikap hati yang kiranya telah membuat fisik pun protes.
Bukan saatnya lagi saya mengungkit hal-hal menyakitkan yang telah dilakukan orang lain, ini sudah saatnya saya menjadi pemaaf, lebih legowo menyikapi kehidupan, lebih ikhlas menghadapi berbagai sikap tak mengenakkan, lebih lembut kepada orang lain, harus belajar pada pribadi Rosulullah SAW. Betul-betul sedang diingatkan untuk praktek, bukan sekadar teori.
Allah amat sayang pada diri ini, semoga untuk selanjutnya hati ini lebih lembut dan pemaaf. Sebagaimana Rosulullah teladan terbaik, tak pernah marah kecuali bila yang dihina adalah agamanya. Ya Rabb, karuniakan pada kami hati yang lembut dan pemaaf, hati yang kelak pantas mengantar pemiliknya masuk ke surga, sebagai hadiah Ramadhan terbaik bagi kami tahun ini. Aamiin...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar